Saat ini mungkin aku tak tahu dengan siapa aku akan bersanding dipelaminan, dari kalangan mana kamu berada dan dari mana kota asal mu saat ini tapi yang pasti aku sangat berharap kamu adalah yang terbaik dari pilihan-Nya, yang telah ditentukan dari sebelum aku terlahir ke dunia. Entah kapan kita akan dipertemukan nanti tapi yang perlu kamu ketahui adalah aku bukan lah wanita yang sempurna, paras ku tak secantik wanita diluar sana, aku masih banyak kekurangan di dalam diriku, dan aku juga bukan dari keluarga yang bergelimang harta, keluarga ku pun bisa dibilang tidak seharmonis keluarga lain diluar sana. Mungkin banyak orang diluar sana melihat keluarga ku lengkap dan sempurna tapi tidak seindah yang dilihat, sejak kecil aku telah melihat dan merasakan pertengkaran kedua orang tua ku, tapi disini aku banyak belajar untuk nantinya jika aku bertemu dengan mu dan memiliki keturunan dari mu, sebisa mungkin kita berusaha bersama untuk tidak bertengkar dihadapan anak-anak kita kelak, sekecil apapun masalahnya itu. Karena aku pernah berjuang untuk memulihkan ingatan dan luka batin atas kejadian-kejadian di keluarga ku itu. Lukanya memang tidak terasa saat semasa kecil jika kita sampai melakukan hal itu tapi memorinya pasti akan selalu ada untuk diingat dan berdampak ke psikisnya yang kurang baik.
Dengan nantinya kita dipersatukan dan dipertemukan juga dipelaminan itu artinya aku memaafkan dan menerima masa lalu mu, seberat apapun masa lalu mu dan hal itu pun berlaku sebaliknya dengan mu ke aku. Karena yang terpenting adalah bagaimana nanti kita berjuang bersama menata masa depan, karena di dalam pernikahan pasti akan banyak kerikil-kerikil ujian yang menghampiri, akan banyak angin semilir yang datang dan mungkin kamu akan di uji dengan wanita-wanita diluar sana yang jauh lebih baik dari ku.
Bukan hanya masa lalu mu dan aku tapi kita satu sama lain harus bisa menerima keadaan keluarga masing-masing, apapun itu kondisi yang ada, karena kamu telah memilih ku sebagai pasangan hidup mu dan ibu dari calon anak-anak mu, karena menikah bukan hanya menyatukan dua kepala saja tapi juga menyatukan keluarga besar di dalamnya. Dan ini pesan ku untuk mu yang perlu kamu ingat calon imam ku jika suatu saat kamu membaca ini atau mungkin kamu yang membaca saat ini adalah yang menjadi imam ku dikemudian hari “Bukan puji yang aku ingin kan dari mu tapi hati yang penuh syukur sebab engkau memiliki ku………itu yang ku mau, aku tak takut dengan mereka yang lebih cantik dariku, sebab aku tahu engkau selalu menjaga pandanganmu untuk tuhanmu, lalu itu………..yang akan membuatku selalu tercantik dihatimu. Kamu akan selalu di uji dengan wanita lain, lalu hubungan kita tidaklah selalu bisa baik-baik saja dan jika ada masa itu, aku ingin kamu mengingat dengan ayah wanita mana yang tangannya kau ijab karena AKU adalah WANITAMU”
No comments:
Post a Comment