Saturday, January 16, 2021

Pola Asuh

 

Hi, semuanya Kembali lagi di seputar psikoedukasi di blog aku ya, sebenernya kali ini aku mau bahas tentang pola asuh dari sudut pandang psikologi dan inner child, keduanya saling berkaitan tapi sebelumnya aku bakal bahas dari pola asuh dulu ya. Nah buat yang penasaran berikut ini ulasannya ya mengenai pola asuh beserta ciri-ciri dari masing-masing pola asuhnya.

Pertama, kita bahas pola asuh menurut APA (American Psychological Association), menurut APA pola asuh dalam prakteknya memiliki tiga tujuan utama yaitu : memastikan kesehatan dan keselamatan anak-anak, mempersiapkan anak untuk hidup sebagai orang dewasa yang produktif dan mentransmisi nilai-nilai budaya. Sebuah hubungan orangtua-anak berkualitas tinggi sangat penting untuk perkembangan yang sehat. Selain itu, menurut Baumrind (dalam Irmawati, 2002) pola asuh orang tua merupakan segala bentuk dan proses interaksi yang terjadi antara orang tua dan anak yang merupakan pola pengasuhan tertentu dalam keluarga yang akan memberi pengaruh terhadap perkembangan kepribadian anak.

Baumrind juga mengatakan bahwa pola asuh terbentuk dari adanya (1) Demandingness, yang mana hal tersebut menggambarkan bagaimana standart yang ditetapkan oleh orang tua bagi anak, berkaitan dengan control perilaku dari orang tua, (2) Responsiveness, menggambarkan tentang bagaimana orang tua berespons kepada anaknya, berkaitan dengan kehangatan dan dukungan orang tua. Terdapat 3 jenis pola asuh yang mengandung dari 2 aspek tersebut, berikut ini penjelasannya :

1.   Authoritative (Demokratis)

Pola asuh demokratis merupakan pola asuh yang memprioritaskan kepentingan anak akan tetapi tidak ragu-ragu mengendalikan mereka. Orang tua dengan pola asuh ini bersikap rasional, selalu mendasari tindakannya pada rasio atau pemikiranpemikiran. Pola asuh ini mengandung demanding dan responsive. Adapun ciri-ciri dari pola asuh demokratis, yaitu :

·        Orang tua bersikap realistis terhadap kemampuan anak, tidak berharap yang berlebihan yang melampaui kemampuan anak.

·        Orang tua memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih dan melakukan suatu tindakan.

·        Bersikap responsif terhadap kemampuan anak.

·        Mendorong anak untuk menyatakan pendapat atau pertanyaan.

·        Memberikan penjelasan tentang dampak perbuatan baik dan buruk.

·        Menghargai setiap keberhasilan yang diperoleh anak.

 

2.   Authoritarian

Merupakan pola asuh yang cenderung menetapkan standar yang mutlak harus dituruti, biasanya disertai dengan ancaman-ancaman. Bentuk pola asuh ini menekan pada pengawasan orang tua atau kontrol yang ditunjukkan pada anak untuk mendapatkan kepatuhan dan ketaatan. Pola asuh ini mengandung demanding dan unresponsive. Berikut ini ciri dari pola asuh otoriter ya

·        Orang tua suka menghukum secara fisik.

·        Orang tua cenderung bersikap mengomando (mengharuskan atau memerintah anak untuk melakukan sesuatu tanpa kompromi).

·        Bersikap kaku.

·        Orang tua cenderung emosional dan bersikap menolak

3.   Pola Asuh Permisif

Merupakan suatu bentuk pengasuhan dimana orang tua memberikan kebebasan sebanyak mungkin kepada anak untuk mengatur dirinya, anak tidak dituntut untuk bertanggung jawab dan tidak banyak kontrol dari orang tua. Pola asuh ini mengandung undemanding dan responsive. Adapun ciri-ciri dari pola asuh ini

·        Orang tua tidak menegur atau memperingatkan anak apabila anak sedang dalam bahaya dan sangat sedikit bimbingan yang diberikan oleh mereka.

·        Orang tua memberikan kebebasan kepada anak untuk menyatakan dorongan atau keinginannya.

·        Orang tua tidak pernah menegur atau tidak berani menegur perilaku anak, meskipun perilaku tersebut sudah keterlaluan atau diluar batas kewajaran

 

Nah itu semua penjelasan dari pola asuh menurut sudut pandang psikologi ya, jika kalian menanyakan pola asuh mana yang baik untuk diterapkan aku pribadi sejauh ini memandang pola asuh demokratis sangat baik yang bisa digunakan tapi sesekali boleh saja kok kita gunakan untuk pola asuh otoritatif dan permissive ya dalam hal ini mengkombinasinya, namun untuk kedua itu jangan terlalu sering terutama otoritatif sih ya.

Aku harap dari penjelasan yang aku kasih diatas bisa kalian pahami dan bisa bermanfaat buat kalian ya, terima kasih sudah meluangkan untuk membaca tulisan ku di blog ku ya, sampai jumpa di post blog ku selanjutnya, yang inshaallah aku bakal bahas mengenai inner child, karena hal ini erat kaitannya juga loh dengan pola asuh. Stay safe & health to my beloved readers 😊

2 comments:

  1. T's Fal Titanium Pan - www.titanium-arts.com
    T'Fal Titanium Pan is the properties of titanium very best pan of one of our own, with titanium frames a titanium automatic watch medium-medium heat. A pan that's a bit smaller and more compact titanium spork than T'Fal. It's a medium pan nano titanium ionic straightening iron made of

    ReplyDelete